Inilah 4 Cara Menjaga Komunikasi Yang Baik Dan Benar Dengan Pasangan

cara menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan

Tahu gak kalau kunci kebahagiaan berumah tangga itu adalah komunikasi yang nyaman antara suami dan istri. Mana mungkin ada kebahagiaan saat suami istri saling diam dan membisu tentu ada masalah yang terjadi dan semakin besar kalau tidak di obrolkan dari hati ke hati. Yang namanya masalah memang bisa datang dari mana saja.

Oleh karena itu perlu adanya komunikasi yang baik antara suami dan istri. Bukan saling menyalahkan, akan tetapi sama sama mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan. Gimana mau ada solusi kalau satu sama lain saling membisu dan tidak mau berkomunikasi.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas 3 cara komunikasi yang baik dengan pasangan.

Pertama: Komunikasikan dengan landasan cinta

Suami dan istri alangkah baiknya selalu meningkatkankan perasaan cinta dan kasih sayang di antara mereka. Karena dengan adanya landasan cinta inilah akan timbul suasana komunikasi yang menyenangkan dan melegakan kedua belah pihak.

Suami dan istri menjauhkan diri dari perasaan saling curiga, saling tidak percaya, saling menuduh, saling menyalahkan, karena mereka berdua saling mencintai dan mengasihi serta saling menyayangi. Sangat berbeda antara komunikasi yang berlandaskan cinta dengan benci. Jika landasannya benci, sangat mudah bagi suami dan istri untuk saling mencaci maki dan saling menyakiti.

Muncullah kata-kata yang keras dan pedas, tidak ada kelemahlembutan dalam pergaulan sehari-hari, sehingga semakin lama mereka berdua semakin menjauh satu dengan lainnya.

Kedua: Kenali Berbagai Bentuk Komunikasi

Hendaknya suami dan isteri mengetahui, bahwa komunikasi itu bukan hanya berbicara atau ngomong. Komunikasi adalah menyampaikan pesan secara tepat, maka media yang digunakan bisa beraneka macam.

Sejak dari berbicara, menulis, ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga menyampaikan pesan lewat berbagai teknologi. Ketika hanya mengetahui satu cara komunikasi, menyebabkan mereka akan cepat menemukan kesulitan saat satu-satunya cara tersebut mengalami kendala.

Misalnya, suami istri yang selama ini hanya mengandalkan komunikasi verbal dengan obrolan.

Komunikasi tidak selalu dilakukan dengan cara-cara formal dan verbal. Kadang ekspresi wajah dan bahasa tubuh pasangan Anda sudah mengisyaratkan sesuatu pesan tertentu.

Tanpa berbicara, tanpa mengobrol, tanpa menulis pesan, namun ada banyak pesan tersampaikan lewat ekspresi wajah dan bahasa tubuh lainnya. Belaian, tangisan, elusan, pelukan, senyum mesra, kerlingan mata, anggukan kepala, jabat tangan, ciuman di kening, wajah yang merona, dan lain sebagainya, sesungguhnya sudah menyampaikan banyak pesan.

Kemampuan memahami dan mengerti pesan yang tersampaikan lewat komunikasi nonverbal ini, akan sangat banyak membantu mengatasi kebuntuan hubungan antara suami dengan isteri.

Ketiga: Mempunyai Sikap Empati

Yang dimaksud dengan empati adalah memposisikan diri pada situasi perasaan dan pikiran yang sedang dialami pasangan. Jangan memaksakan kehendak kepada pasangan, atau memaksa pasangan berpikir dan merasakan seperti situasi pikiran serta perasaan dirinya.

Hendaknya memahami situasi yang tengah dihadapi oleh pasangan, sehingga lebih tepat dalam membangun komunikasi. Misalnya ketika istri tengah sedih dan menangis, hendaknya suami bisa empati perasaan tersebut dan mencoba memahami kesedihannya.

Atau ketika suami sedang emosi, hendaknya istri mencoba memahami situasi yang tengah dihadapi suami, sehingga tidak dihadapi dengan emosi pula. Komunikasi lebih nyaman jika saling bisa mengerti suasana jiwa dan pikiran pasangan

Keempat: Menjadi Pendengar yang Baik

Jangan menguasai komunikasi dengan terlalu banyak bicara dan tidak mau mendengar. Suasana komunikasi menjadi tidak nyaman jika bercorak searah, dari suami ke istri, atau dari istri ke suami. Satu pihak mendominasi pembicaraan dan yang lain hanya mendengarkan. Hendaknya suami dan istri mampu menjadi pendengar yang baik bagi pasangannya.

Kadang dijumpai gaya komunikasi yang sangat dominan pada satu pihak, sehingga membuat pihak lainnya menjadi tidak berdaya dan tidak bisa mengungkapkan keinginan serta pendapatnya. Padahal salah satu maksud komunikasi adalah agar keinginan, pendapat, curahan perasaan, bisa tersampaikan kepada pasangan.

Jika komunikasi berjalan searah, bisa dipastikan ada pihak yang tertekan secara perasaan dan kejiwaan, karena tidak bisa mengekspresikan keinginan dan pendapat.

Demikianlah kurang lebih yang bisa saya sampaikan untuk kalian semua, semoga ada manfaatnya.

Bagi Anda yang ingin konsultasi mengenai masalah asmara dan rumah tangga bisa klik tautan di bawah :

http://bit.ly/KonsultasiMissRahma